-->
Pres HTML javascript back link sms gratis Tv Indo 1
lamongan Bojonegoro Tuban Gersik Ngawi
blogtemplate4u freetemplatesonline freewebsitetemplates freewebtemplates merciblogger zoomtemplate css-templates
tes sd-sma MTK,B.INDO,B.ing tes sd-sma-smk B.ing tes psikometrika tes ipa
pakde nono Resto Romantis di Jkt Hokben Delivery Bakmi GM Delivery PHD - Pizza Hut
blog salafi Sinopsis Film Gaya Hidup
Liputan 6 berita jakarta Informasi

kang furqon anak desa yang kepengen maju

widgets
Selamat Belajar dan Membaca.Jangan Lupa Kalau Melihat Blog Ini Beri Komentar

Din Syamsuddin Kecam Kekerasan di Bima



JAKARTA--MICOM:
Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengecam keras tindakan brutal aparat keamanan yang menewaskan sejumlah warga sipil di Bima, NTB.

Siaran pers PP Muhammadiyah yang diterima di Jakarta, Sabtu (24/12) malam, menyebutkan tindakan tersebut mencerminkan tirani dan arogansi kekuasaan dari negara dan aparat yang tidak melindungi rakyatnya.

Insiden di Bima, menurut Din, berpangkal pada sikap pemerintah yang tidak bijak, tidak berpihak kepada rakyat dan hanya membela kepentingan pengusaha. "Seyogyanya aspirasi rakyat diperhatikan dan dipertimbangkan melalui dialog-dialog intensif dan persuasif," kata Din.

Tindakan aparat keamanan, kata Din, merupakan pelanggaran hak asasi manusia berat yang harus diproses melalui jalur hukum secara adil. Din juga meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk tidak diam dan mendesak Kapolri untuk bertanggungjawab.

Sedangkan Kepolisian Negara RI sudah mengamankan 31 orang terkait bentrok antara pengunjuk rasa dengan polisi di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). "Mereka terdiri dari 25 dewasa dan enam anak," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution, di Jakarta, Sabtu (24/12).

Jumlah provokator yang ditangkap sebanyak tiga orang atas nama H yang merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda NTB, A alias O dan SY. Sementara, korban meninggal atas nama Arief Rachman, 18, dan Syaiful, 17, ujarnya.

"Sementara itu, barang bukti yang disita diantaranya parang sepuluh unit, sabit empat unit, tombak satu unit, satu unit bom molotov dan bensin dua botol," kata Saud.

Ia mengatakan, tindakan pengamanan dilakukan pada hari ini jam 08.00 WITA terhadap massa yang bertahan di jembatan penyeberangan feri Sape dipimpin Kapolda NTB kemudian dilakukan penangkapan terhadap provokator dan masyarakat yang masih bertahan diangkut keseluruhan ke Polres Bima.

"Massa juga membakar Mapolsek Lambu dan beberapa kantor pemerintah lainnya dan saat ini lagi pendataan," kata Saud. Sebelum massa memprotes keberadaan perusahaan tambang di wilayahnya dan meminta pemerintah daerah mencabut izinnya. (Ant/OL-2)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

youtube

 
Copyright anak desa © 2010 - All right reserved - Using MUHAMMAD FURQON
Best viewed with Mozilla, IE, Google Chrome and Opera.